F*ck Yeah Alex Turner!

Alex Turner. Sudah familiar-kah anda dengan nama ini? Jika tidak, mungkin setelah membaca artikel ini anda akan segera men-search lagu-lagunya dia karena saking penasarannya. Yup, dia adalah lead vocal sekaligus gitaris dari Arctic Monkeys dan The Last Shadow Puppets. Tak lengkap namanya jika membicarakan Arctic Monkeys tanpa menyinggung Alex Turner. Yang pasti, dia adalah salah satu musisi termuda yang berhasil meraih prestasi luar bisa, salah satunya lewat penjualan album debut tercepat sepanjang sejarah dalam album Whatever People Say I Am, That’s Why I Am Not tahun 2006, ketika ia masih berusia mentah, 20 tahun.

Mungkin, dari sekian pesona yang dia pancarkan, satu-satunya yang paling mengesankan adalah kemampuannya dalam menuliskan lirik yang penuh emosi, dan sangat menyentuh. Setelah membaca lirik dalam setiap lagunya, raga kita akan menyatu dalam ruang kehampaan cinta yang mencabik-cabik jiwa, kemudian pecah belah menjadi suatu kedahsyatan lirik yang menaruh cinta sebagai bagian dari rasa itu. Ya, lirik Alex Turner lebih sering membicarakan tentang seluk-beluk cinta. Dan, quotes dia tentang cinta yang paling terkenal adalah:

"Now all that's left is the truth that love's not only blind but deaf"

"And she thinks she's the one, but she's just one in 24"

"I wish I would have seen you in the bakery but if I'd seen you in the bakery you probably wouldn't have seen me"

"The day after you stole my heart, Everything I touched told me It would be better shared with you"

"Can you hack your mind being riddled with the wrong memories"

"You are the only ones who know"

"If I predicted tears then I wouldn't have said it, I wouldn't have said it if I would have known"

"She said "do me a favour and stop flattering yourself"

"Oh, I'm better off without her anyway, I said I wasn't sad to see her go but I'm only pretending, you know"

"Lady, where has your love gone ? I was looking but cant find it anywhere"

"But I crumble completely when you cry, its seems like once again you had to greet me with goodbye”

“Be cruel to me, cause I’m a fool for you”



Mardy Bum - Arctic Monkeys


Crying Lighting - Arctic Monkeys


I Bet You Look Good On A Dance Floor - Arctic Monkeys


Dan, satu lagi, dia berwajah tampan. Walau dengan mengatakan ini penulis terlihat memiliki disorientasi seksual, tapi sungguh ketampanan dia menjadi salah satu katalis kesuksesan dia sejauh ini.



Dalam umur 19 tahun, Alex dan Arctic Monkeys sudah terkenal lewat single I Bet You look Good On the Dance Floor, dan menjadi band debutan paling laris di Inggris tahun 2005. Tahun selanjutnya, Arctic Monkeys melambung lewat album debutannya yang sudah disebutkan, dan mengalahkan raihan debut album Oasis yang Definetely Maybe, serta dinobatkan NME menjadi salah satu album terbaik dalam sejarah. Tahun 2007, mereka melanjutkan suksesnya lewat Favourite Worst Nightmare. Raihan luar biasa ini tak membuat Alex berhenti. Ia kembali tahun 2008, tapi lewat side project-nya, The Last Shadow Puppets. Dan albumnya tahun 2008 yaitu The Age of Understatement kembali menjadi album debut paling manis di Inggris.

Belum selesai, Alex kembali menciptakan album barunya Humbug, yang juga laris, walau masih kalah dibanding album debutannya. Kali ini Alex mengurangi kadar progresif dalam musiknya, dan mengutamakan kekuatan lirik. Tahun 2011, Alex mencoba peruntungan baru lewat album solonya yang menjadi OST film Submarine. Lagi-lagi, musik yang lembut dipadukan dengan lirik yang sederhana tapi dalam, sangat menohok syaraf pendengaran kita. Dan yang paling gress, pertengahan 2011 dia dan Arctic Monkeys meluncurkan album baru Suck It And See, yang menurut saya itulah salah satu karya terbaik Alex sepanjang kariernya.

So, kesimpulannya, belum cukupkah gelontoran prestasi Alex Turner untuk membuka mata kita, bahwa masa muda adalah masa yang paling menggairahkan?? Marilah kita contoh dia, sebagai generasi muda penuh energi, untuk berkarya apapun yang sesuai dengan bakat kita. Mari berkarya!!!




1 comment: